Perusahaan yang memanfaatkan Ilmu teknologi terkini

 

 

  1. GO-JEK Indonesia

gojek

GO-JEK Indonesia merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di jakarta oleh Nadiem makarim. Layanan GO-JEK tersedia di wilayah seluruh Indonesia Hingga bulan juni 2016, aplikasi GO-JEK sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google play pada sistem operasi Android. Saat ini juga ada untuk IOS, di App store. Pelaggan yang ingin mendaftarkan Aplikasi GO-JEK harus menggunakan nomor telepon. Nomor telepon ini berfungsi jika ada pelanggan yang memberikan alamat  kurang akurat/tepat. Pelanggan menggunakan GPS untuk memberikan alamat kepada driver GO-JEK.

 

Keuntungan/manfaat yang di dapat dari menggunakan jasa GO-JEK:

  1. Instant Courier

Instant Courier atau jasa pengiriman barang, Go-Jek bisa dimanfaatkan sebagai pengiriman barang secara “real time”. Biaya yang dibayar tentu saja sesuai dengan jarak tempuh yang secara otomatis sudah tertera di aplikasi. Baik dokumen maupun barang bisa diantar. Dengan catatan untuk barang yang akan dikirimkan tidak boleh melebihi dari pada jarak stang motor dan tinggi pengemudi.

  1. Transport

Transport atau jasa transportasi, sesuai dengan namanya Go-Jek dimanfaatkan sebagai media transportasi khususnya diwaktu macet dan disaat kesulitan mencari transportasi publik. Kelebihan pada Go-Jek adalah pada awal pemesanan kita menentukan dimana keberadaan calon penumpang dan mementukan tujuan, dan seketika aplikasi memberikan konfirmasi harga yang harus dibayar oleh calon penumpang.

  1. Food Delivery

Food Delivery atau jasa pengiriman makanan, dengan layanan ini kita bisa order makanan di restoran favorit kita tanpa harus pergi kesana. Tinggal order lalu beritahu saja di aplikasi restoran yang kita maksud dan menu apa saja yang ingin kita order. Bahkan didalam layanan ini sudah ada jenis-jenis makanan yang direkomendasikan sehingga memudahkan.

  1. Shopping

Go-Jek yaitu shopping, merupakan layanan dimana konsumen dapat membeli sesuatu tanpa harus datang ke gerai penjualan. Konsumen hanya perlu mengisi form yang tertera pada aplikasi dan juga menentukan jenis barang yang ingin dibeli

Tidak berhenti sampai disitu saja, Go-Jek juga akan meluncurkan layanan Go-World yang menawarkan tiga layanan baru, yaitu jasa pembersih untuk bersih-bersih rumah atau kantor, kemudian jasa pijat untuk pijat panggilan, dan jasa kecantikan layaknya salon keliling. Semua jenis layanan dapat dipesan oleh pelanggan lewat aplikasi.

 

menu utama pada layanan Go-Jek App diantaranya :

1.Input Data

Calon penumpang menentukan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan kemudian Go-Jek akan mengkalkulasi pembayaran. Dan kemudian calon penumpang memilih cara pembayaran ( cash atau memakai Credit Go-Jek).

2.Driver On The Way

Setelah melakukan pemesanan, aplikasi akan merespon untuk mencari supir Go-Jek terdekat dengan lokasi calon penumpangnya. Pada fitur ini, calon penumpang akan melihat GPS mengenai keberadaan supir Go-Jek yang akan menjemputnya bahkan terdapat berapa lama estimasi yang dibutuhkan supir Go-Jek sampai dilokasi calon penumpang.

3.SMS & Call

Ketika Supir Go-Jek belum sampai juga, calon penumpang bisa memanfaatkan fitur SMS & Call yang telah disediakan oleh Go-Jek Apps.

4.Driver Review

Untuk fitur ini penumpang dapat memberikan rating dan komentar mengeni pelayanan yang dilakukan oleh supir Go-Jek, karena dari rating inilah supir Go-Jek akan mendapatkan bonus bulanan.

5.My Wallet

Fitur ini memudahkan penumpang dalam pembayaran, karena tidak memerlukan uang cash. Untuk penumpang yang baru pertama kali ingin menggunakan, Go-Jek memberikan kode voucher senilai Rp. 50.000.untuk pengisian ulang penumpang dapat mentransfer uang melalui Bank yang sudah ditentukan

 

Tidak berhenti sampai disitu saja, Go-Jek juga akan meluncurkan layanan Go-World yang menawarkan tiga layanan baru, yaitu jasa pembersih untuk bersih-bersih rumah atau kantor, kemudian jasa pijat untuk pijat panggilan, dan jasa kecantikan layaknya salon keliling. Semua jenis layanan dapat dipesan oleh pelanggan lewat aplikasi.

Manfaat Perusahaan Go-jek/aplikasinya menurut pandangan penulis :

  1. Hemat

Ojek-online menawarkan tarif bawah(standar), lebih hemat karena sudah terbaca oleh sistem, jika anda ingin pergi kesuatu tempat, tarif pun sudah di ketahui.

  1. Efisien

Tukang Go-jek online dapat menunggu penumpang dirumah masing-masing tanpa hasus terlalu lama menunggu penumpang dan ngetem di jalan atau di pangkalan yang membuatnya tidak efisien dan hanya membuat macet jalan.

  1. Mudah

Sekarang dengan era modern dalam pencarian transportasi dibilang sangat mudah, tinggal pesan, langsung dijemput, tidak perlu mencari transportasi terlalu lama atau sampai-sampai tidak bisa berpergian akibat susahnya mencari angkutan transportasi.

  1. Praktis

Ojek online sudah menggunakan Sistem Transportasi Non Tunai. Karena bisa meminimalisir tindak kriminal berupa penodongan supir Ojek dan penumpang juga tidak perlu bawa uang, tinggal pake e-money.

  1. Aman

Untuk identitas calon penumpang dan driver ojek online sudah terdeteksi dan terpantau oleh sistem dari pusat, jadi jika ada penumpang yang berbuat kejahatan atau sebaliknya, pasti pelaku akan cepat tertangkap.

  1. Sopan

Pelayanan terbaik dari gojek online selalu di hadirkan, jika ada keterlambatan dalam menunggu, driver akan menjelaskan kejujuran yang melanda masalahnya ke calon penumpangnya dengan ramah, entah karena macet, kehabisan masker, atau tidak memakai jaket khusus.

  1. Nyaman

Naik ojek online berasa nyaman karena, setiap perjalanan anda akan terlindungi dengan standar keamanan berkendara seperti diberi helm, masker, jas hujan, dan beberapa ojek online yang sudah bekerjasama dengan asuransi.

  1. Cepat

Bukan berarti mengemudikan kendaraan dengan kebut-kebutan, tetapi cepat dalam artian mengetahui tempat tujuan, karena selain bisa mengemudikan kendaraan syarat ojek online juga harus mengetahui jalan-jalan yang akan dilalui. Selain itu dalam perjalanan bisa terbantu oleh GPS yang terpasang di handpone driver ojek online.

  • bagaimana manfaat yang dirasakan oleh masyarakat yang menikmati teknologi tsb?
  •  jawab:  masyarakat merasa lebih mudah dalam mengakses jasa angkutan khususnya ojek  dan tidak perlu lagi berjalan mencari pangkalan ojek
  •  bagaimana manfaat yang dirasakan oleh perusahaan itu sendiri?

jawab: perusahaan pun ikut di untungkan karena respond masyarakat yang begitu baik terhadap ojek online ini, sehingga perusahaan pun akan membuka  lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan saling membutuhkan satu sama lain. sehingga konsumen pun merasa lebih diprioritaskan dalam hal service/pelayanan secara lebih baik.

sumber : http://blog.mdp.ac.id/handri/2016/10/13/contoh-perusahaan-yang-memanfaatkan-tik/

Advertisements

Kasus Diskriminasi di Indonesia (Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme)

Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu masing-masing.

Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :

  1. berlatar belakang sejarah
  2. dilatar-belakangi  oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
  3. bersumber dari factor kepribadian
  4. berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
  • Meski Indonesia telah 68 tahun merdeka dan era reformasi telah terlewati tetapi teap saja masih ada kesus-kasus diskriminasi terjadi. Diskirminasi atau kekerasan yang terjadi dilatarbelakangi oleh beberapa hal seperti agama, suku atau ras, jender, tingkat sosial dalam masyarakat, dan lain-lain.
  • Dari banyaknya kasus diskriminasi yang terjadi, dsikriminasi yang paling sering terjadi yaitu dengan latar belakang agama seperti kasus diskriminasi di Ambon, Maluku. Konflik Maluku menjadi kasus diskriminasi yang berlatar belakang agama dengan korban meninggal 8.000 sampai 9000 orang. 29.00 rumah, 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung  Kasus ini berlangsung selama 4 tahun berturut-turut.
  • Selain Maluku, kasus diskriminasi di Sampit juga tak kalah luar biasa. Diskriminasi di Samipit ini dilatarbelakangi oleh kasus etnis. Yaitu antara etnis Dayak dan Madura dengan rentan waktu 10 hari. Jumlah koban meninggal 469 orang meninggal dunia dan 108.000 mengungsi.
  • Kasus kekerasan di Lampung Selatan telah menimbulkan 14 orang meninggal dunia dan 1.700 mengungsi.
  • Selain diskriminasi dalam agama, kekerasan dan etnis, Kasus diskriminasi juga sering terjadi pada layanan  Banyak warga miskin yang tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan karena kekurangan biaya walau sesungguhnya mereka telah mempunyai kartu Jamkesda. Banyak alasan yang dikeluarkan oleh rumah sakit untuk menolak pasien kurang mampu. Tak sedikit pasien yang akhirnya meregang nyawa karena pihak rumah sakit tak mau menerima dan memberikan pemeriksaan kepada pasien kurang mampu. Contoh kasus penolakan terhadap pasien kurang mampu terjadi pada seorang bayi bernama Naila berusia 2 bulan, anak dari pasangan Mustari dan Nursia, warga Dusun Patommo, Desa Kaliang Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang meninggal dipangkuan ibunya setelah ditolak oleh Rumah Sakit dengan alasan kurang lengkapnya berkas keterangan sebagai warga miskin. Kasus ini terjadi pada hari Kamis tanggal 31 Oktober 2013.
  • Semoga pemerintah Indonesia lebih sedikit memberikan perhatiannya pada kasus-kasus diskriminasi yang terjadi agar tak bertambah lagi korban jiwa.
  • Referensi:

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/semua-download-34.htmlhttp://nasional.kompas.com/read/2012/12/23/15154962/Lima.Kasus.Diskriminasi.Terburuk.Pascareformasihttp://regional.kompas.com/read/2013/10/31/1239562/Ditolak.di.RS.Bayi.Ini.Meninggal.di.Depan.Loket

sumber:

http://hermawatianisa.blogspot.co.id/2013/12/kasus-diskriminasi-di-indonesia.html

Ketahanan nasional wajib militer Indonesia

Apakah saat ini tujuan NKRI sudah terwujud?
• Kalau dibilang tujuan NKRI sudah terwujud atau belum terwujud, jawabannya pasti sudah, diawali dengan kemerdekaan negara INDONESIA, itu bisa lihat dari banyak sisi, dan salah satunya pendidikan, mengapa pendidikan ? karena pendidikan saat ini sudah jauh lebih baik sistemnya dari tahun- tahun sebelumnya dan lebih banyak memanfaatkan teknologi yang terkini. Jadi sudah tidak ketinggalan jaman dan masih banyak lagi inovasi-inovasi lainnya yang sudah disiapkan, tinggal menunggu diterapkan sistem yang telah dibuat serta diuji coba serentak ke seluruh wilayah INDONESIA.

Apakah wajib militer perlu diadakan diINDONESIA? Alasan!
• Menurut saya perlu, karena wajib militer bukan hanya untuk menjaga ketahanan negara dan ketahanan sipil dari tiap-tiap individu, tapi juga dapat menjaga ketahanan negara apabila ada ancaman dari negara lain, jadi kita warga sipil pun bisa ikut membantu para aparatur negara untuk menjaga wilayah INDONESIA khususnya yang diwilayah perbatasan negara bisa lebih diperkuat supaya batas negara tidak digeser oleh oknum yang mencoba berbuat kecurangan dalam hal memindahkan patok atau batas wilayah negara.

Wujud cinta tanah air yang kalian lakukan jika kalian berada diluar negara INDONESIA? Bagaimana wujud yang kalian lakukan untuk memperkenalkan INDONESIA?
• Saya akan menjaga nama baik negara INDONESIA dan ikut serta mempromosikan destinasi yang menarik tentang pulau-pulau yang bagus yang ada di INDONESIA, bukan cuma itu, saya juga akan menceritakan ragam budaya dan agama yang ada di INDONESIA. Dan tak lupa saya juga menjamin kalau INDONESIA itu negara yang aman dikunjungi serta penduduknya yang ramah.

Pembangunan Jalan Desa

https://robysuhendra.files.wordpress.com/2016/10/pembangunan-jalan.jpg

Gambar 1: suasanan gotong royong warga setempat.

 

Hai blogger dimana pun kalian berada semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat si pembaca. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang suatu desa diprovinsi banten, dikabupaten lebak, kecamatan maja, desa pasir kembang. Setiap daerah mempunyai keunikan(ciri khas), keindahan, kenyamanan, dan kedamaiannya masing-masing. Tapi kali ini saya bukan mau membahas tentang kelebihan desa tersebut.

Desa pasir kembang ini merupakan salah satu desa yang bisa dibilang masih kurang perhatian dari pemerintah, maka dari itu saya memiliki gagasan untuk ikut serta membangun desa tersebut. Dengan contoh sederhana memperbaiki infrasrtuktur jalanan yang rusak dan banyak lubang, supaya memudahkan akses dan memperlancar pembangunan-pembangunan pada bidang lainnya.

Jalan yang bagus akan mempermudah akses dan memperlancar semua aktivitas didalamya. Misal aktivitas perdagangan, merupakan salah satu profesi yang paling banyak pada lingkungan desa tersebut. Infrastruktur jalan yang baik otomatis tingkat kecelakaan kendaraan pun akan semakin berkurang. Menurut saya, dengan adanya program perbaikan jalan secara swadaya yang dibantu oleh warga sekitar akan lebih cepat tercapai.

Jika ada sistem gotong royong, serta dana yang dikumpulkan dengan sistem tabungan desa akan lebih cepat terisi untuk kebutuhan. Pembelian bahan material yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur jalan sangatlah banyak, serta dibutuhkan sewa alat-alat yang penunjang lainnya. Untuk itu kami selaku pemuda/mahasiswa ingin membangkitkan semangat pemuda yang lainnya agar mereka mempunyai visi dan misi yang lebih baik untuk membangun setiap desa atau wilayah yang jarang tersentuh dan dapat perhatian oleh pemerintah. Pembangunan desa ini menggunakan sistem tabungan yang akan dikumpulkan dan ditarik oleh Rw sebesar 5 ribu/minggu, dimana setiap Rw(rukun warga) akan di sounding oleh pemuda untuk turut ikut serta membangun jalan yang telah hancur dan berlubang.

jadi, setiap 6 bulan sekali dana yang terkumpul akan dihitung jumlahnya. Apabila jumlah sudah mencapai target maka proses pengerjaan jalan bisa dilaksanakan satu minggu kemudian. Serta harus melewati proses meeting dan musyawarah dengan pihak Rw di desa setempat bersama para warga. Tentang pembagian tugas dan material apa saja yang harus diperlukan seperti pasir dan lain-lain.

Wilayah indonesia paling tertinggal

Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemenneg PDT) meluncurkan program Bedah Desa sebagai instrumen untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Menurut Menteri PDT Helmy Faishal Zaini, saat ini, daerah tertinggal di Indonesia mencapai 183 kabupaten. Nah, provinsi mana yang tercatat paling banyak memiliki kabupaten tertinggal paling banyak?

Berdasarkan data dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2016, dari 183 kabupaten, Provinsi Papua memiliki kabupaten daerah tertinggal terbanyak, yakni sebanyak 27 kabupaten.

Terbanyak kedua adalah provinsi Nusa Tenggara Timur, karena mencapai 20 kabupaten, disusul Nanggroe Aceh Darussalam sebanyak 12 kabupaten, dan Kalimantan Barat serta Sulawesi Tengah masing-masing sebanyak 10 kabupaten.

Diketahui pula, dari 183 kabupaten tertinggal, sebanyak 34 kabupaten adalah daerah otonomi baru. Kabupaten tertinggal itu mencakup 26.746 desa atau 35,47 persen dari total 75.410 desa yang ada di Indonesia.

Menurut Helmy, melalui program Bedah Desa tersebut pemerintah menargetkan akan mengeluarkan 50 kapubaten dari ketertinggalan tersebut selama Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua (KIB 2) ini.

“Target selama KIB 2 adalah keluarnya 50 kabupaten dari ketertinggalan,” jelas menteri yang rajin menyambangi daerah-daerah terpencil itu dalam keterangannya yang diterima VIVAnews di Jakarta.

Dia menuturkan, program Bedah Desa bertumpu pada tiga pilar pendekatan yakni agribisnis, berbasis mata pencaharian berkelanjutan, dan berbasis hak. Ketiga pendekatan ini bermuara bagi suatu kerangka kerja yang bertumpu pada tiga aspek dasar yakni partisipasi, penguatan akses, dan reformasi agrarian, serta akuntabilitas.

Selain itu, kata menteri termuda KIB 2 ini, Bedah Desa mengarah pada tiga area penting dalam humanisasi yakni kemandirian, demokrasi, dan kesejahteraan.

“Dengan melalui koordinasi, integrasi, dan sinergi dalam penanggulangan kemiskinan dan ketertinggalan daerah, Bedah Desa dapat menjadi instrumen konsolidasi percepatan daerah tertinggal di daerah tertinggal untuk lepas dari ketertinggalan,” ujarnya.

Dia mengakui, pembangunan perdesaan di daerah tertinggal bukan satu-satunya cara bagi penanganan daerah tertinggal. Namun, melalui Bedah Desa diharapkan pembangunan perdesaan di daerah tertinggal mampu mempercepat upaya pembangunan daerah tertinggal sejajar dengan daerah maju lainnya.

Selama ini, kata Helmy, konsentrasi masalah kemiskinan, kesenjangan, dan ketidakadilan di daerah tertinggal terdapat di perdesaan. Padahal, tak bisa dipungkiri, potensi sumber daya alam berlimpah di perdesaan. Di sisi lain, ada banyak program dari kementerian/lembaga juga dijalankan di perdesaan.

“Untuk itulah, Bedah Desa hadir, untuk mengorganisir begbagai input untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal,” tuturnya.

Helmy melanjutkan, operasionalisasi Bedah Desa dijalankan pada tahun (2011), melalui tiga tahapan. Pertama, tahap penguatan meliputi fase identifikasi, pengembangan kapasitas, dan penguatan tata kelola, serta fase perdesaan terpadu. Kedua, tahap konsolidasi yakni fase pembentukan pasar. Hetiga adalah tahap kemandirian yakni fase pencapaian dampak.

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/190067-ini-wilayah-indonesia-paling-tertinggal

Kota Klaten

hallo… Blogers kali ini saya akan sedikit  mengulas tentang salah satu kota dan kebudayaan yang ada diIndonesia, kota ini berada diprovinsi jawa tengah yaitu kota klaten, kenapa saya mengulas salah satu kota yang cantik, ini supaya blogers tau kalau klaten juga punya kebudayaan dan tradisi unik seperti dikota-kota lain.

A.Kondisi Geografis

Kabupaten Klaten adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Klaten. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Komplek Candi Prambanan, salah satu komplek Candi Hindu terbesar di Indonesia, berada di Kabupaten Klaten. Sebagian besar wilayah Kabupaten ini adalah dataran rendah dan tanah bergelombang. Bagian barat laut merupakan pegunungan, bagian dari sistem Gunung Merapi. Ibukota Kabupaten ini berada di jalur utama Solo – Yogya

  1. Kependudukan

Penduduk Kabupaten Klaten sampai dengan tahun 2016 adalah 1.311.019 jiwa. Dengan luas wilayah 655,56 km2 maka kepadatan penduduk per kilometer persegi adalah 2.000 jiwa.

  1. Jumlah Penduduk dan Obyek Pajak Kendaraan Bermotor
  2. Jumlah Penduduk : 1.311.019Jiwa
  3. Kepadatan Penduduk : 2000 Jiwa/Km²
  4. Jumlah Obyek Kendaraan Bermotor : 405.719 Unit

Masyarakat Peran Pemuda Dalam Membangun Desa Sebagai Motor Negara Proporsi jumlah masyarakat desa dan kota hampir seimbang, hanya berbeda sekian persen. Jika mampu dikelola dengan baik, sejatinya desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi suatu negara. Menurut catatan Kompas.com, pada tahun 2012 penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan mencapai 54%. Jika ada 240 juta penduduk Indonesia, artinya paling sedikit ada 129,6 juta orang yang tinggal di kota. Jumlah ini pun semakin hari semakin meningkat. Tidak lain tidak bukan disebabkan oleh urbanisasi. Ketersediaan infrastruktur, ekonomi yang menggeliat serta daya tarik gemerlapnya kota menjadi magnet tersendiri yang membuat banyak orang lebih memilih tinggal di kota.

Akhirnya, saat ini desa ditinggalkan oleh penduduknya, terutama yang berusia muda yang kebanyakan merantau ke kota. Bisa dihitung, berapa banyak pemuda dari desa yang kuliah di kota, kemudian setelah lulus memilih berkarir di kota. Akhirnya, desa lebih banyak dihuni orang-orang tua, yang berprofesi sebagai petani, penderes nira, pekebun, dan sebagainya. Padahal kemajuan suatu desa memerlukan urun tangan para pemudanya. Pengamatan penulis, yang saat ini masih menjabat status sebagai “mahasiswa”, banyak sekali kakak angkatan yang setelah lulus memilih bekerja di kota. Bisa dihitung mereka yang akhirnya kembali ke desa dan membangun desanya. Alasannya pun sederhana, di kota lebih mudah mencari uang dibanding di desa.

Hal ini harusnya menjadi perhatian, bagi pemerintah, lembaga sosial masyarakat, dan bagi para pemudanya sendiri. Potensi di pedesaan jauh lebih besar. Meskipun fasilitas infrastrukturnya masih kurang. Masing-masing desa memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan desa lain. Ada desa yang berpotensi sebagai desa bahari, desa wisata, desa wisata pegunungan, desa wisata pantai, desa wisata hutan, desa pertanian, desa perkebunan, desa peternakan, desa perhutangan, dan sebagainya. Kalau mampu dikelola dengan baik, tentunya kemakmuran warga desa bisa meningkat. Sebagai contoh, desa di pesisir Kebumen, terutama di Petanahan, yang merupakan sentra perkebunan Pepaya Calina di Jawa Tengah. Disana hampir semua petaninya menanam pepaya Calina, atau yang biasa kita kenal dengan pepaya California. Kalau potensi ini bisa digarap dengan baik, tentu saja bisa menjadikannya sebagai laboratorium bagi para akademisi yang ingin meneliti tentang penanaman pepaya di lahan pesisir. Ada juga, desa sejenis di Purwokerto, desa Karanggude Kulon namanya, yang juga mengembangkan perkebunan pepaya Calina. Bedanya, lahan disini ditanam di lahan yang berada di kaki gunung Slamet. Berbeda dengan lahan di Petanahan yang merupakan lahan pesisir, lahan di Purwokerto merupakan lahan kaki gunung, yang tentu saja kadar unsur haranya pun berbeda. Keduanya memiliki persamaan, yaitu bisa dikembangkan menjadi desa wisata pertanian pepaya Calina, laboratorium hidup, dan berpotensi pula menjadi pusat ekonomi usaha pepaya Calina dan produk olahannya. Banyaknya pemuda yang merantau ke kota tentunya merupakan peluang tersendiri bagi mereka yang ingin berkarir di desa. Sedikitnya pemuda terpelajar di desa merupakan kekuatan tersendiri untuk membangun desa menjadi lebih baik. Pada akhirnya, apabila desa mampu berdiri secara mandiri, artinya segala macam produknya tidak harus disuplai dari kota, maka kemakmuran pun akan datang ke desa. Bila sudah makmur, urbanisasi pun dapat ditekan.

Kebudayaan

Upacara Adat Di Kabupaten Klaten

Klaten adalah sebuah kabupaten di antara DI Yogyakarta dan Kota Solo. Kabupaten dengan luas wilayah mencapai 665,56 km² ini memiliki ciri geografis yang cukup beragam dan terhitung komplit, kecuali kawasan laut atau pantai tentunya. Di bagian barat kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi DIY. Di kawasan itu, Klaten memiliki kekayaan berupa bangunan-bangunan peninggalan bersejarah seperti Candi Prambanan dan juga Candi Sewu. Di bagian utara yang berbatasan dengan Boyolali dan DIY, kabupaten ini memiliki kawasan sejuk karena berada di lereng Gunung Merapi. Di bagian timur laut yang berbatasan dengan Sukoharjo dan Boyolali kawasan ini memiliki kekayaan alam berupa sumber-sumber air seperti Umbul Ingas atau Cokro. Sementara di bagian selatan hingga barat daya dimana terbentang area perbukitan kabupaten ini berbatasan langsung dengan kawasan Gunung Kidul, DIY. Potensi alam yang dimiliki Kabupaten Klaten Jawa Tengah ini ternyata juga mendukung terbentuknya berbagai tradisi yang tersebar dalam masyarakat yang hidup didalamnya. Karena itu, bisa dikatakan bahwa selain kaya dengan objek wisata, Klaten juga kaya akan tradisi budaya. Tidak bisa dipungkiri bahwa objek wisata Klaten tidak melulu tujuan-tujuan wisata alam dan peninggalan, seperti objek wisata Rowo Jombor atau kompleks Candi Prambanan saja. Banyak juga tradisi budaya berupa upacara adat menjadi keistimewaan yang hanya dimiliki kabupaten yang terbagi dalam tiga wilayah kecamatan ini. Bahkan, beberapa upacara adat di Kabupaten Klaten bisa dikatakan telah menjadi referensi utama bagi mereka yang ingin mengenal upacara adat Jawa Tengah lebih jauh. Tradisi seperti Yaqowiyu misalnya, tradisi warisan Ki Ageng Gribig ini telah menjelma menjadi upacara adat yang selalu ramai dikunjungi ribuan wisatawan lokal dari berbagai daerah setiap tahunnya. Informasi tentang upacara adat Klaten bisa dijumpai dengan mudah dengan mencarinya di internet.

Blog, website, hingga portal-portal berita yang ada banyak memuat artikel tentang apa, bagaimana, kapan, dimana, dan siapa menyangkut upacara adat Kabupaten Klaten. Chic:Id.Com disini ingin mencoba lebih detil lagi dengan menyediakan informasi persis kapan dan selanjutnya upacara-upacara adat yang telah menjadi objek unggulan wisata Klaten Jawa Tengah akan digelar. Berikut adalah urutan upacara adat di Kabupaten Klaten yang disusun dengan menggunakan perhitungan Jawa dari awal bulan Suro hingga akhir bulan Besar: Setiap Jum’at Kliwon atau Jum’at Wage di Bulan Suro, Upacara Bersih Desa Tanjungsari, Dlimas, Ceper Upacara adat bersih desa Tanjungsari di Dusun Dlimas, Desa Dlimas, terkenal dengan adanya tanggapan Tari Tayub dalam setiap gelarannya. Selain itu tradisi ini juga terkenal karena warga menggelar selamatan berupa kendurian di bawah pohon Tanjung di salah satu sudut desa yang berbatasan dengan Pabrik Gula Ceper itu.

Setiap hari Jum’at di Pertengahan Bulan Sapar, Saparan Yaqowiyu di Jatinom Upacara adat sebar berton-ton kue apem yang terbuat dari tepung beras ini rutin digelar selepas ibadah salat Jum’at di kompleks Masjid Besar Jatinom. Bulan Sapar adalah bulan penyelenggaraan tradisi unik yang selalu dibajiri ribuan hingga puluhan ribu warga ini. Karena itu, tradisi ini juga sering dinamakan sebagai tradisi Saparan.

Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi, Upacara Keagamaan Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan Tawur Agung yang merupakan upacara penyucian sebelum memasuki Hari Raya Nyepi bagi umat beragama Hindu adalah salah satu upacara keagamaan yang digelar di situs penting Candi Prambanan. Selama upacara keagamaan ini berlangsung, operasional Candi Prambanan biasa tetap terbuka bagi wisatawan. Karena itu, mengunjungi Candi Prambanan di saat seperti ini pengunjung akan mendapatkan pemandangan peristiwa budaya dan agama secara bersamaan. Karena tidak hanya prosesi ritual keagamaan yang akan digelar di sana, tetapi juga sajian berbagai pertunjukan seni Pulau Dewata biasa dipertunjukan.

Setiap 27 Bulan Ruwah, Tradisi Jodangan Sadranan Sunan Pandanaran di Bayat Bulan Ruwah bulan menjelang bulan Ramadan atau Pasa menjadi bulan dimana tradisi sadranan digelar. Tradisi berziarah ke makam leluhur ini juga diperingati di kompleks makam ulama besar Sunan Pandanaran di Desa Paseban, Bayat. Prosesi yang juga dikenal dengan Haul Agung ini khas dengan tradisi kirabjodangan berisi nasi kenduri menaiki anak tangga menuju pemakaman dan juga pasang langse atau mengganti kain penutup makam.

Hari Terakhir Bulan Ruwah, Tradisi Padusan di Umbul Ingas Cokro Tulung Memasuki bulan Ramadan atau Pasa juga khas dengan ritual padusan (mandi) yang sering dilaksanakan dilokasi wisata air. Tradisi padusan yang dipercaya sebagai ritual membersihkan diri menjelang berpuasa juga ramai di Umbul Cokro. Di saat-saat seperti itu, kawasan yang kini dikenal dengan nama OMAC atau objek mata air Cokro itu akan dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Setiap 8 Syawal atau Seminggu Setelah Idul Fitri, Tradisi Grebeg Syawalan Bukit Sidoguro Bulan Syawal yang khas dikenal sebagai bulan ketupat menjadi waktu pelaksanaan tradisi gunungan ketupat di kawasan wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Bayat. Puluhan hingga ratusan gunungan ketupat tak jarang dibuat khusus untuk meramaikan tradisi ini. Hingga akhirnya ketupat-ketupat itu akan diperebutkan warga dan pengunjung yang hadir.

Setiap Musim Panen Padi Kedua Atau Panen Raya Antara Bulan Juli – September, Bersih Desa Sendang Sinongko di Pokak, Ceper Tradisi unik berupa kendurian, penyembelihan kambing dan ayam yang kadang berjumlah hingga ratusan ekor di bawah pohon di kawasan Sendang Sinongko rutin digelar warga Pokak setelah mereka melaksanakan panen raya. Tradisi sebagai ucapan syukur ini biasa jatuh di musim kemarau di antara bulan Juli hingga September.

apa kaitannya wacana diatas dengan perkembangan zaman saat ini? semua yang ada dalam tradisi nenek moyang harus kita tetap lestarikan, karna tradisi merupakan warisan budaya yang memiliki ciri khas setiap daerah dan khususnya setiap negara. untuk itu kita sebagai penerus bangsa tidak boleh melunturkan tradisi yang sudah dipertahankan hingga sekarang.

Sumber : UP3AD Kab. Klaten

MANUSIA DAN KEADILAN

Pengertian Keadilan, Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.

Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

PENGERTIAN KEADILAN

Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.

Contoh Keadilan:

Seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara.

KEADILAN SOSIAL

Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.

5  Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:

Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :

  1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
  3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
  4. Sikap suka bekerja keras.
  5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :

  1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
  2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
  3. Pemerataan pembagian pendapatan.
  4. Pemerataan kesempatan kerja.
  5. Pemerataan kesempatan berusaha.
  6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan  kaum wanita.
  7. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
  8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

BERBAGAI MACAM KEADILAN

  1. a)   Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.

  1. b)   Keadilan Distributif

Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

  1. c)   Komutatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Contoh :

Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.

KEJUJURAN

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

KECURANGAN

Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.

Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.

Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan

Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:

  1. Aspek ekonomi
  2. Aspek kebudayaan
  3. Aspek peradaban
  4. Aspek tenik

Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya “filsafat sana-sini” menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia. Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu buruk.

PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

PEMBALASAN

Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Contoh kasus keadilan:

keadilan,sering kali kita mendengar istilah ini dari masyarakat di negeri ini terutama bagi mereka para kaum marjinal yang terpinggirkan.banyak dari mereka yang masih menuntut keadilan  akan kedamaian di negeri yang tekenal dengan keramah tamahannya ini dan lagi masih banyak juga masyarakat yang menuntut menuntut keadilan akan penegakan hukum yang berlaku di negeri ini.seperti yang kita telah rasakan bahwa keadilan di negeri ini sering kali tidak berpihak kepada masyarakat miskin melainkan lebih mementingkan kaum atas yboleh memberikang memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk membeli hukum dan instansi-instansinya.jika kita boleh bertanya mengapa hanya kaum menengah keatas yang selalu dipentingkan dan mendapatkan keadilan itu?maka jawaban tersebutu akan lebih tepat jika dijawab seperti ini”hukum di indonesia hanya berdasarkan kepada “KUHP” yaitu (keluarkan uang habis perkara) inilah potret negeri yang mengatas namakan dirinya negara hukum ternyata keadilan saja masih belum bisa dirasakan oleh semua lapisan dan elemen masyarakat.apa jadinya bila negara  ini terus menerus mempunyai tradisi budaya hukum yang buruk mau dibawa kemana rasa keadilan bagi rakyat miskin.
sebagai contoh misalnya seorang maling biji coklat yang hanya mencuri mungkin cuma sekali dan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena masalah ekonomi dan kesenjanagan sosial yang di hadapinya harus merasakan hukuman yang berat atau kurungan walaupun hanya 3-5 bulan tetapi rasanya tidak adil sekali ketika kita melihat seorang mafia kasus seperti gayus tambunan yang kasusnya berat dan banyak merugikan masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah,dia memang sama juga seperti maling biji coklat sama-sama mendapat hukuman tetapi apakah proses yang dilakukan terhadap si maling dan gayus itu melaui proses yang sama?tentu tidak,mungkin karena kasus gayus tersebut merugikan negara  hingga triliunan jadi harus memalui proses-proses terlebih dahulu,tetapi hukuman yang didapatkannya tidak setimpal dengan apa yang dilakukannya terhadapa negara sedangkan si maling biji coklat dia harus menerima resiko hukuman yang berat juga walaupun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,apakah anda menyadari kalau seorang gayus melaukan korupsi untuk kebutuhan hidup juga seperti si maling biji coklat?tentu kitabisa menilainya sendiri.
kesimpulannya dalam contoh kasus keadilan ini masih banyak sikap tebang pilih dalam prakteknya tidak seperti apa yang dibicarakan oleh mereka yang duduk di gedung DPR dan MPR sana yang selalu sibuk merevisi undang-undang hukum tetapu percuma saja bila sistem yang ada tidak berjalan sesuai apa yang telah direncanakan

SUMBER :

http://ti-cenatcenut.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_01.html

http://arickanjass.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-keadilan.html

akiliblogspotc.blogspot.co.id/2011/11/contoh-kasus-keadilan.html

Nama Kelompok:

-Roby suhendra

-Rico adam Warner

-Maria Yovinia

Sebuah harapan kecil

Harapan untuk masa depan saya

Dizamasih banyak yang terlalu ringanman modern saat ini banyak sekali orang yang mencari pekerjaan dengan lowongan kerja yang tidak begitu banyak dengan kualifikasi yang tinggi mereka berbondong-bondong untuk mendapatkannya dan banyak pula yang belum mendapatkan pekerjaan. Harapan saya kedepan saya ingin setelah lulus nanti saya membuat sebuah usaha kecil yang dirintis dari nol dalam bidang pernjualan hewan. Dan dari situ saya akan mengambil beberapa orang untuk dipekerjakan, ya walaupun tidak banyak saya ingin pengangguran di kota-kota besar seperti jakarta-bekasi agar mereka dapat penghasilan walaupun tidak begitu besar tapi setidaknya mereka bisa bekerja.

Harapan saya untuk masa depan bangsa dan negara

Pada zaman sekarang orang dipemerintah atau non pmerintahan banyak yang berbuat korup, dan sipelaku korup itu ketika ketahuan dan ditangkap hukuman untuk sipelaku rata-rata masih terlalu ringan, saya berharap dimasa depan bangsa ini bisa memperbaiki hukum yang ada dan tidak runcing ke bawah dan tumpul ke bawah.

Adat Manado

Upacara Adat Istiadat dan Pernikahan Masyarakat Minahasa

Kota Manado adalah ibu kota dari provinsiSulawesi Utara. Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Motto Sulawesi Utara adalah Si Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: “Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain” atau “Orang hidup untuk menghidupkan orang lain”. Dalam ungkapan Bahasa Manado, sering kali dikatakan: “Baku beking pande” yang secara harafiah berarti “Saling menambah pintar dengan orang lain”.Kota Manado berada di tepi pantai Laut Sulawesi persisnya di Teluk Manado. Taman Nasional Bunaken terletak tidak jauh dari pantai Kota Manado.

Pulau Sulawesi atau yang pada zaman dahulu terkenal juga dengan sebutan Celebes ini, selain memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah baik berupa panorama yang menyejukkan pandangan, aneka marga satwa yang lengkap, bahkan beberapa diantaranya merupakan binatang langka dan endemic yang hanya hidup di Pulau ini seperti burung Maleo, Cuscus, Babirusa, Anoa dan Tangkasii (Tarsius Spectrum), dan aneka fauna yang demikian lengkap baik itu aneka bunga, sayur mayur dan juga berbagai variasi buah-buahan.

Tanah yang subur nan eksotis ini saja sudah cukup membuat kagum setiap siapa pun yang berkunjung ke tempat ini, terlebih lagi budaya dan kearifan lokal warisan nenek moyang penduduk setempat masih senantiasa lestari hingga detik ini dengan berbagai ritual upacara yang senantiasa mereka pegang dan jalankan mengiringi siklus hidup dan babak-babak terpenting dari keseharian mereka. Maka dari itu, sudah tak disangsikan lagi dengan kombinasi variasi yang luar biasa dalam bidang panorama dan cara kehidupan orang tertempat yang memiliki tradisi yang unik akan memikat pengunjung dari luar.

Nah, pada kesempatan kali ini, Budaya Nusantara akan mengulas secara singkat apa-apa saja budaya dan kearifan lokal masyarakat Minahasa yang sampai saat ini masih tetap lestari di tengah-tengah kehidupan mereka, terutama pada dan untuk upacara-upacara adatnya.

Upacara Adat Masyarakat Minahasa:

  1. Monondeaga

Upacara adat ini merupakan sebuah upacara adat yang biasa dilakukan oleh suku Minahasa terutama yang berdiam di daerah Bolaang Mongondow. Pelaksanaan upacara adat ini sendiri adalah untuk memperingati atau mengukuhkan seorang anak perempuan ketika memasuki masa pubertas yang ditandai dengan datangnya haid pertama. Secara garis besar, upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk syukur dan sekaligus semacam uwar-uwar bahwa anak gadis dari orang yang melaksanakan upacara adat ini telah menginjak masa pubertas. Untuk itu, agar kecantikan dan kedewasaan sang anak gadis lebih mencorong, maka dalam upacara adat ini sang gadis kecil pun daun telinganya ditindik dan dipasangi anting-anting layaknya gadis yang mulai bersolek, kemudian gigi diratakan (dikedawung) sebagai pelengkap kecantikan dan tanda bahwa yang bersangkutan sudah dewasa.

  1. Mupuk Im Bene

Sebenarnya upacara Mupuk Im Bene itu hakikatnya mirip dengan upacara syukuran selepas melaksanakan panen raya, seperti halnya yang lazim kita saksikan di pulau Jawa ketika menggelar acara mapag sri dan atau munjungan. Dan memang, esensi dari ritual ini sendiri adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas segala rizki yang mereka dapat, atau yang dalam bahasa setempat disebut dengan Pallen Pactio. Prosesi dari upacara adat ini adalah secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut: Masyarakat yang hendak melaksanakan upacara Mupuk Im Bene ini membawa sekarung padi bersama beberapa hasil bumi lainnya ke suatu tempat dimana upacara ini akan dilakanakan (biasanya di lapangan atau gereja) untuk didoakan. Kemudian selepas acara mendoakan hasil bumi ini selesai maka dilanjutkan dengan makan-makan bersama aneka jenis makanan yang sebelumnya telah disiapkan oleh ibu-ibu tiap rumah.

  1. Metipu

Metipu merupakan sebuah upacara adat dari daerah Sangihe Talaud berupa penyembahan kepada Sang Pencipta alam semesta yang disebut Benggona Langi Duatan Saluran. Prosesi dari upacara adat ini adalah dengan membakar daun-daun dan akar-akar yang mewangi dan menimbulkan asap membumbung ke hadirat-Nya, sebagai bentuk permuliaan penduduk setempat terhadap pencipta-Nya.

  1. Watu Pinawetengan

Kalimat atau istilah Musyawarah untuk mencapai kata mufakat dan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh ternyata bukan hanya monopoli beberapa kaum saja, dan tentu saja itu bukanlah isapan jempol yang tanpa makna. Suku minahasa pun memiliki satu upacara adat yang memang dilaksanakan untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan anatar penduduknya. Upacara adat itu dalam suku Minahasa disebut dengan upacara Watu Pinawetengan. Konon berdasarkan cerita rakyat yang dipegang secara turun temurun, pada zaman dahulu terdapatlah sebuah batu besar yang disebut tumotowa yakni batu yang menjadi altar ritual sekaligus menandai berdirinya permukiman suatu komunitas. Dan konon lagi kegunaan dari batu tersebut merupakan batu tempat duduk para leluhur melakukan perundingan atau orang setempat menyebutnya Watu Rerumeran ne Empung. Dan memang, ketika Johann Gerard Friederich Riedel pada tahun 1888 melakukan penggalian di bukit Tonderukan, ternyata penggalian berhasil menemukan batu besar yang membujur dari timur ke barat. Batu tersebut merupakan tempat bagi para pemimpin upacara adat memberikan keputusan (dalam bentuk garis dan gambar yang dipahat pada batu) dalam hal membagi pokok pembicaraan, siapa yang harus bicara, serta cara beribadat.

Sementara inti dari upacara yang diselenggarakan di depan batu besar itu adalah wata’ esa ene yakni pernyataan tekad persatuan. Semua perwakilan kelompok etnis yang ada di Tanah Toar Lumimut mengantarkan bagian peta tanah Minahasa tempat tinggalnya dan meletakkan di bagian tengah panggung perhelatan. Diiringi musik instrumentalia kolintang, penegasan tekad itu disampaikan satu persatu perwakilan menggunakan pelbagai bahasa di Minahasa. Setelah tekad disampaikan mereka menghentakkan kaki ke tanah tiga kali. Pada penghujung acara para pelaku upacara bergandengan tangan membentuk lingkaran sembari menyanyikan Reranian: Royorz endo.

Proses Pernikahan

Proses Pernikahan adat yang selama ini dilakukan di tanah Minahasa telah mengalami penyesuaian seiring dengan perkembangan jaman. Misalnya ketika proses perawatan calon pengantin serta acara “Posanan” (Pingitan) tidak lagi dilakukan sebulan sebelum perkawinan, tapi sehari sebelum perkawinan pada saat “Malam Gagaren” atau malam muda-mudi. Acara mandi di pancuran air saat ini jelas tidak dapat dilaksanakan lagi, karena tidak ada lagi pancuran air di kota-kota besar. Yang dapat dilakukan saat ini adalah mandi adat “Lumelek” (menginjak batu) dan “Bacoho” karena dilakukan di kamar mandi di rumah calon pengantin. Dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan sekarang ini, semua acara / upacara perkawinan dipadatkan dan dilaksanakan dalam satu hari saja. Pagi hari memandikan pengantin, merias wajah, memakai busana pengantin, memakai mahkota dan topi pengantin untuk upacara “maso minta” (toki pintu). Siang hari kedua pengantin pergi ke catatan sipil atau Departemen Agama dan melaksanakan pengesahan/pemberkatan nikah (di Gereja), yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Pada acara in biasanya dilakukan upacara perkawinan ada, diikuti dengan acara melempar bunga tangan dan acara bebas tari-tarian dengan iringan musik tradisional, seperti tarian Maengket, Katrili, Polineis, diriringi Musik Bambu dan Musik Kolintang.

Adat pernikahan minahasa memiliki perbedaan dengan adat pernikahan lainnya karena memiliki tata cara yang unik. Namun, sayangnya seiring dengan perkembangan jaman dan karena keadaan yang terjadi, maka kini sebagian tradisi tersebut telah ditinggalkan atau hanya dilakukan sebagai simbolisasi saja. Beberapa tradisi dari adat pernikahan tersebut antara lain adalah:

  1. Posanan. Prosesi yang satu ini biasa kita sebut dengan pingitan. Jika sebelumnya posanan ini dilakukan sejak sebulan sebelum hari pernikahan tiba maka saat ini tradisi posanan hanya dilakukan sehari sebelum pernikahan dilangsungkan.
  2. Malam gagaren atau biasa disebut masyarakat setempat sebagai malam muda-mudi. Tradisi ini merupakan tradisi mandi di bawah pancuran yang saat ini tak banyak dijumpai dilakukan oleh masyarakat. Karena permasalahan utamanya adalah saat ini tidak adanya pancuran yang dapat digunakan.
  3. Lumelek. Ini merupakan tradisi mandi menginjak batu yang dilakukan dalam pernikahan adat di minahasa. Mandi lumelek dilakukan dengan mencampur Sembilan jenis bebungaan yang berwarna putih yang memiliki bau yang harum.
  4. Mandi Bacoho. Mandi bacoho merupakan mandi adat yang saat ini dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara tradisi lengkap maupun hanya secara simbolisasi saja.
  1. Tradisi: Bahan-bahan ramuan yang digunakan adalah parutan kulit lemong nipis atau lemong bacoho (citrus limonellus), fungsinya sebagai pewangi; air lemong popontolen (citrus lemetta), fungsinya sebagai pembersih lemak kulit kepala; daun pondang (pandan) yagn ditumbuk halus, fungsinya sebagai pewangi, bunga manduru (melati hutan) atau bunga rosi (mawar) atau bunga melati yang dihancurkan dengan tangan, dan berfungsi sebagai pewangi; minyak buah kemiri untuk melemaskan rambut dicampur sedikit perasan air buah kelapa yang diparut halus. Seluruh bahan ramuan harus berjumlah sembilan jenis tanaman, untuk membasuh rambut. Sesudah itu dicuci lagi dengan air bersih lalu rambut dikeringkan.
  2. Simbolisasi: Semua bahan-bahan ramuan tersebut dimasukkan ke dalam sehelai kain berbentuk kantong, lalu dicelup ke dalam air hangat, lalu kantong tersebut diremas dan airnya ditampung dengan tangan, kemudian digosokkan kerambut calon pengantin sekadar simbolisasi.
  3. Lumele’(Mandi Adat): Pengantin disiram dengan air yang telah diberi bunga-bungaan warna putih, berjumlah sembilan jenis bunga yang berbau wangi, dengan mamakai gayung sebanyak sembilan kali di siram dari batas leher ke bawah. Secara simbolis dapat dilakukan sekedar membasuh muka oleh pengantin itu sendiri, kemudian mengeringkannya dengan handuk yang bersih dan belum pernah digunakan sebelumnya.

Upacara Perkawinan

Upacara perkawinan adat Minahasa dapat dilakukan di salah satu rumah pengantin pria ataupun wanita. Di Langowan-Tontemboan, upacara dilakukan dirumah pihak pengantin pria, sedangkan di Tomohon-Tombulu di rumah pihak pengantin wanita.

Hal ini mempengaruhi prosesi perjalanan pengantin. Misalnya pengantin pria ke rumah pengantin wanita lalu ke Gereja dan kemudian ke tempat acara resepsi. Karena resepsi/pesta perkawinan dapat ditanggung baik oleh pihak keluarga pria maupun keluarga wanita, maka pihak yang menanggung biasanya yang akan memegang komando pelaksanaan pesta perkawinan. Ada perkawinan yang dilaksanakan secaraMapalus dimana kedua pengantin dibantu oleh mapalus warga desa, seperti di desa Tombuluan. Orang Minahasa penganut agama Kristen tertentu yang mempunyai kecenderungan mengganti acara pesta malam hari dengan acara kebaktian dan makan malam.

Orang Minahasa di kota-kota besar seperti kota Manado, mempunyai kebiasaan yang sama dengan orang Minahasa di luar Minahasa yang disebut Kawanua. Pola hidup masyarakat di kota-kota besar ikut membentuk pelaksanaan upacara adat perkawinan Minahasa, menyatukan seluruh proses upacara adat perkawinan yang dilaksanakan hanya dalam satu hari (Toki Pintu, Buka/Putus Suara, Antar harta, Prosesi Upacara Adat di Pelaminan).

Contoh proses upacara adat perkawinan yang dilaksanakan dalam satu hari :
Pukul 09.00 pagi, upacara Toki Pintu. Pengantin pria kerumah pengantin wanita sambil membawa antaran (mas kawin), berupa makanan masak, buah-buahan dan beberapa helai kain sebagai simbolisasi. Wali pihak pria memimpin rombongan pengantin pria, mengetuk pintu tiga kali.

Pertama : Tiga ketuk dan pintu akan dibuka dari dalam oleh wali pihak wanita. Lalu dilakukan dialog dalam bahasa daerah Minahasa. Kemudian pengantin pria mengetok pintu kamar wanita. Setelah pengantin wanita keluar dari kamarnya, diadakan jamuan makanan kecil dan bersiap untuk pergi ke Gereja.
Pukul 11.00-14.00 : Melaksanakan perkawinan di Gereja yang sekaligus dinikahkan oleh negara, (apabila petugas catatan sipil dapat datang ke kantor Gereja). Untuk itu, para saksi kedua pihak lengkap dengan tanda pengenal penduduk (KTP), ikut hadir di Gereja.
Pukul 19.00 : Acara resepsi kini jarang dilakukan di rumah kedua pengantin, namun menggunakan gedung / hotel.

Apabila pihak keluarga pengantin ingin melaksanakan prosesi upacara adat perkawinan, ada sanggar-sanggar kesenian Minahasa yang dapat melaksanakannya. Dan prosesi upacara adat dapat dilaksanakan dalam berbagai sub-etnis Minahasa, hal ini tergantung dari keinginan atau asal keluarga pengantin. Misalnya dalam versi Tonsea, Tombulu, Tontemboan ataupun sub-etnis Minahasa lainnya.

Prosesi upacara adat berlangsung tidak lebih dari sekitar 15 menit, dilanjutkan dengan kata sambutan, melempar bunga tangan, potong kue pengantin , acara salaman, makan malam dan sebagai acara terakhir (penutup) ialah dansa bebas yang dimulai dengan Polineis.

Prosesi Upacara Perkawinan di Pelaminan

Penelitian prosesi upacara perkawinan adat dilakukan oleh Yayasan Kebudayaan Minahasa Jakarta pimpinan Ny. M. Tengker-Rombot di tahun 1986 di Minahasa. Wilayah yang diteliti adalah Tonsea, Tombulu, Tondano dan Tontemboan oleh Alfred Sundah, Jessy Wenas, Bert Supit, dan Dof Runturambi. Ternyata keempat wilayah sub-etnis tersebut mengenal upacara Pinang, upacara Tawa’ang dan minum dari mangkuk bambu (kower). Sedangkan upacara membelah kayu bakar hanya dikenal oleh sub-etnis Tombulu dan Tontemboan. Tondano mengenal upacara membelah setengah tiang jengkal kayu Lawang dan Tonsea-Maumbi mengenal upacara membelah Kelapa.

Setelah kedua pengantin duduk di pelaminan, maka upacara adat dimulai dengan memanjatkan doa oleh Walian disebut Sumempung (Tombulu) atau Sumambo (Tontemboan). Kemudian dilakukan upacara “Pinang Tatenge’en”. Kemudian dilakukan upacara Tawa’ang dimana kedua mempelai memegang setangkai pohon Tawa’ang megucapkan ikrar dan janji. Acara berikutnya adalah membelah kayu bakar, simbol sandang pangan. Tontemboan membelah tiga potong kayu bakar, Tombulu membelah dua. Selanjutnya kedua pengantin makan sedikit nasi dan ikan, kemudian minum dan tempat minum terbuat dari ruas bambu muda yang masih hijau. Sesudah itu, meja upacara adat yang tersedia didepan pengantin diangkat dari pentas pelaminan. Seluruh rombongan adat mohon diri meniggalkan pentas upacara. Nyanyian-nyanyian oleh rombongan adat dinamakan Tambahan (Tonsea), Zumant (Tombulu) yakni lagu dalam bahasa daerah.

Bahasa upacara adat perkawinan yang digunakan, berbentuk sastra bahasa sub-etnis Tombulu, Tontemboan yang termasuk bahasa halus yang penuh perumpamaan nasehat. Prosesi perkawinan adat versi Tombulu menggunakan penari Kabasaran sebagai anak buah Walian (pemimpin Upacara adat perkawinan). Hal ini disebabkan karena penari Kabasaran di wilayah sub-etinis lainnya di Minahasa, belum berkembang seperti halnya di wilayah Tombulu. Pemimpin prosesi upacara adat perkawinan bebas melakukan improvisasi bahasa upacara adat. Tapi simbolisasi benda upacara, seperti : Sirih-pinang, Pohon Tawa’ang dan tempat minum dari ruas bambu tetap sama maknanya.

SUMBER :

  • Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, 1978, Adat dan upacara perkawinan daerah Sulawesi Utara, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  • Direktorat Jenderal Kebudayaan,,1999. Pandangan generasi muda terhadap upacara perkawinan adat di kota Manado, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Nama :

Alisar Akbar

Prio Himawan                         1b115162

Ramadhanu Tri Yuwana         1b115194

Roby Suhendra                       1b115148

Perbedaan 2 budaya diIndonesia

BAB I

PENDAHULUAN

Kali ini saya akan membahas tentang dua kebudayaan yang berbeda di negara yang kita cintai ini yaitu negara Indonesia. Kedua budaya tersebut yaitu budaya dari Gorontalo dan budaya dari Papua. Kenapa saya memilih kedua budaya tersebut. Karena saya ingin mengetahui perbedaan diantara kedua budaya ini. Saya yakin di antara kedua budaya ini memiliki keunikan dari masing-masing daerahnya yang bisa kita ingat. Yang saya ingin ketahui disini salah satunya budaya dari leluhur, supaya kita tetap bisa melestarikannya.

BAB II

TEORI

Budaya Provinsi GORONTALO

Potret sehari hari masyarakat Gorontalo dikenal sangat kental dengan paduan nuansa adat dan agama. Cerminan realitas tersebut terkristalisasi dalam ungkapan “Adat Bersendi Syara, Syara Bersendi Kitabullah”. Filosofi hidup ini selaras dengan dinamika masyarakat yang semakin terbuka, modern, dan demokratis. Dalam proses sosialisasi dan komunikasi keseharian masyarakat Gorontalo, selain menggunakan Bahasa Indonesia juga menggunakan pula Bahasa Gorontalo (Hulondalo). Bahasa daerah ini tidak ditinggalkan, kecuali sebagai salah satu kekayaan budaya, penggunaannya memberi label cirri khas Provinsi Gorontalo.

Ciri khas budaya Gorontalo juga dapat dilihat pada makanan khas, rumah adat, kesenian, dan hasil kerajinan tangan Gorontalo. Diantaranya adalah kerajinan sulaman “Kerawang” dan anyaman “Upiya Karanji” atau Kopiah Keranjang yang terbuat dari bahan rotan. Kopiah Keranjang ini belakangan makin populer di Indonesia. Suku-suku yang bermukim di Kabupaten Boalemo, terdiri dari suku Gorontalo, Jawa, Sunda, Madura, Bali, NTB. Selain itu terdapat juga suku Bajo yang hidup berkelompok di suatu perkampungan di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta dan Desa Torisiaje, Kecamatan Popayato. Mereka tinggal di laut dengan mendiami bangunan rumah di atas air.

Di desa Karengetan Kecamatan Paguat dan Desa Londoun Kecamatan Popayato terdapat perkampungan Suku Sangihe Talaud. Suku ini sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di desa tersebut dan telah membaur secara harmonis dengan suku Gorontalo pada umunya dan Boalemo pada khususnya dengan tetap tidak meninggalkan budaya dan adat asal. Suku Minahasa dapat di temukan di Desa Kaarwuyan, Kecamatan Paguat.

Sebagaimana etnis lainnya yang telah berpuluh-puluh tahun tinggal disini, mereka pada umunya telah berbaur dengan masyarakat Boalemo dan Gorontalo pada umumnya juga tidak lupa untuk tidak meninggalkan adat dan budaya asal.

  1. Pendidikan

Pendidikan sangat diperlukan oleh setiap penduduk, bahkan setiap penduduk berhak untuk dapat mengenyam pendidikan khususnya penduduk usia sekolah (7-24 tahun). Keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah dan tenaga pendidikan (Guru) yang memadai.

Berdasarkan data tahun 2007 yang diperoleh, jumlah Sekolah Dasar ada 910 Sekolah, dengan total 145.234 murid dan 7.140 Guru. Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ada 284 Sekolah, 44.648 murid dan 4.169 guru. Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ada 91 sekolah, 28.849 murid dan 1.662 guru.

  1. Kesehatan

Dilihat dari sarana dan prasarana kesehatan, di Provinsi Gorontalo terdapat 7 Rumah Sakit yang terdiri dari 6 Rumah Sakit pemerintah dan 1 Rumah Sakit Swasta.

Sarana dan Prasarana kesehatan di tingkat kecamatan diwakili dengan adanya keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS). Pada tahun 2007 tercatat terdapat 57 Puskesmas yang dibantu dengan 252 Puskesmas Pembantu dan 62 Puskesmas Keliling.

  1. Agama

Berdasarkan data 2007 yang ada 97,5% penduduk di Provinsi Gorontalo memeluk agama Islam, sedangkan pemeluk agama Protestan ada sebanyak 1,3% dan selebihnya ± 1% memeluk agama Katolik, Hindu dan Budha.

  1. Hukum

Berdasarkan registrasi pada tahun 2007 terdapat 520 perkara pidana. Hal ini menunjukan penurunan sebesar 15,03% dibandingkan perkara pidana pada tahun sebelumnya.

Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 376 narapidana, 94,31% di antaranya adalah laki-laki dan jenis kejahatan yang dilakukan paling banyak adalah kesusilaan.

Budaya PAPUA (kebudayaan Arfak)

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, masyarakat serta suku yang berbeda. Hal ini bisa kita lihat dari perbedaan suku, masyarakat, ras,agama yang membentang seluas archipelago indonesia dari sabang sampai merauke. Merupakan sebuah kesalahan besar apabila kita sebagai masyarakat indonesia, hanya acuh dan tidak mempelajari kebudayaan-kebudayaan yang beragam yang terdapat di indonesia. Penulis memilih kebudayaan arfak papua, karena propinsi papua diIndonesia merupakan sebuah propinsi yang unik. Propinsi yang sering kali dianggap sebelah mata oleh orang orang karena mereka masyarakat papua yang masih primitif. Namun di balik anggapan primitif itu, masyarakat papua merupakan salah satu masyarakat yang masih memegang teguh budayanya, budaya asli indonesia yang belum tercemar oleh pengaruh dari negara-negara barat.

Adat istiadat orang papua yang masih diperthankan sampai saat ini oleh suku-suku yang mendiami kepulauan papua,antara lain:

Adat istiadat:

  • Didaerah ini masih banyak orang yang mengenakan holim(koteka)(penutup penis) yang terbuat dari kunden kuning dan para wanita menggunakan pakaian wah berasal dari rumput/serat.
  • Masyarakat dani percaya pada kekuatan gaib,roh leluhur dan roh-roh kerabat yang telah meninggal.
  • Hubungan antara orangnya yang masih hidup dengan roh leluhur dan roh orang yang telah meninggal lainnya dilakukan melalui upacara.
  • Berduka : memutus jari dan melumuri muka dengan tanahliat ketika berduka.
  • Perkampungan tradisional diwamena dengan unsur-unsur unit bangunan yang dinamakan: rumah laki-laki(honei/pilamo), rumah perempuan)ebe-ae/ebet),dapur(hunila) dan kandang babi(wamdabu/wamai).

Kasus sosial:

  1. Konflik ini dimulai ketika seorang anak suku damai meninggal dunia dan suku dani dituduh sebagai pembunuhnya.
  2. Tanda “gencatan senjata” berupa mematahkan panah dan meanah anak babi dimasing-masing kubu.
  3. Pembayaran denda untuk menyelesaikan masalah.

Proses sosial:

Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompoknya saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada.

Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara pelbagi segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum.

Sistem kehidupan sosial masyarakat papua:

Kelompok asli dipapua terdiri atas 193 suku yang masing-masing berbeda. Tribal arts yang indah dan terkenal didunia oleh suku asmat, ka maro, dani dan sentani. Sumber berbagai kearifan lokal untuk kemanusiaan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik diabntaranya dapat ditemukan disuku aitinyo, arfak,asmat,agast,aya maru, mandacan, biak, ami, sentani, dan lain-lain.

Keagamaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dipapua dan dalam hal kerukunan antar umat beragama disana dapat dijadikan contoh bagi daerah lain, mayoritas penduduknya beragama kristen, namun demikian sejalan dengan semakin lancarnya transportasi dari dan ke papua, jumlah orang agama lain pun termasuk islam juga semakin berkembang. Nbanyak misionaris yang melakukan misi keagamaan dipadalaman-pedalaman papua. Mereka memainkan peran penting dala membantu masyarakat, baik melalui sekolah misionaris, balai pengobatan maupun pengetahuan praktis lainnya. Misionaris merupakan pelopor dalam membuka jalur penerbangan ke daerah-daerah pedalaman yang belum terjangkau oleh penerbangan reguler.

Kesimpulan dan Saran

GORONTALO:

Kota Gorontalo dan wilayah sekitarnya dihuni oleh beragam suku, yaitu Suku Gorontalo, Suku Bugis, Suku Polahi, Suku Jawa, Suku Makassar, Suku Bali, Suku Minahasa, dan Tionghoa. Suku asli Gorontalo memiliki warisan kebudayaan. Bebeapa di antaranya adalah rumah adat yang berarsitektur indah. Setiap tahun, beragam suku di Gorontalo menampilkan warna-warni kebudayaan mereka dalam Festival Otanaha.

Kebudayaan asli Gorontalo sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam. Orang Gorontalo mengawinkan unsur adat dan agama secara cantik. Lihatlah tradisi tumbilotohe, yaitu tradisi membuat Kota Gorontalo gemerlap dengan lentera setiap malam lebaran. Dalam pesta perkawinan, masyarakat Gorontalo menyanyi dan menari dengan musik rebana dan syair doa.

Tetapi perlu diingat bahwa kebudayaan Gorontalo semakin hari semakin memudar oleh karena itu perlu diadakan pelestarian budaya daerah Gorontalo, agar warisan budaya tetap eksis dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.

SARAN

Di akhir penulisan makalah ini , penulis menyarankan kepada pembaca khususnya teman-teman praja agar dapat lebih memahami kebudyaan-kebudayaan gorontalo. Karena mempelajari budaya daerah lain akan membuat kita memperoleh tambahan ilmu baik dari sisi sosiologis maupun segi budaya.

PAPUA:

Sebagai kesimpulan dari penjelasan-pejelasan diatas ialah bahwa kita harus bercermin pada masyarakat tradisioanal untuk menata hubungan kita dengan alam demi keberlanjutan mahluk hidup manusia. Masyarakat tradisional telah berhasil mewariskan bumi dalam keadaan tidak tercemar kepada kita diwaktu sekarang untuk memanfaatkan dan menikmati kehidupan diatasnya.

Keberhasilan itu merupakan perwujudan nyata dari ketaatan mereka terhadap nilai-nilai dan norma-norma serta sikap yang mereka kembangkan dalam kebudayaannya untuk menjaga dan melestarikan alam. Seringkali norma-norma dan nilai-nilai itu mereka samarkan dalam kepercayaan-kepercayaan yang mereka anggap anut sehingga bagi kebanyakan orang dizaman modern ini menganggapnya tidak rasional dan bahkan kadangkala mencemoohkannya. Meskipun demikian janga lupa, bahwa strategi-strategi yang mereka gunakan untuk menanamkan dan melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berhubungan dengan pengaturan dan penjagaan terhadap keseimbangan hubungan mahluk manusia dengan ekosistem dalam rangka menyiapkan secara lestari kebutuhan manusia itu adalah sangat efektif.

Saran :

Saya percaya bahwa kita tidak akan mau kalah dengan generasi-generasi pendahulu kita yang disebut masyarakat tradisional itu. Agar dapat berhasil mewariskan bumi kita ini sebagai tempat yang layak dihuni oleh generasi penerus kita, maka kita harus komit untuk saling mendukung dan bahu membahu dakam melaksanakan baebagai upaya pembangunan berkelanjutan secara transparan dan bertanggungjawab.

BAB IV

Referensi

  • Alisyahbana,ST.1981.Pembangunan kebudayaan indonesia ditengah laju ilmu pengetahuan dan teknologi. Jakarta: Prisma No.II(P3ES)
  • Arifin, syamsul.1998. spiritualitas islam dan peradaban masa depan. Yogyakarta: sipress.
  • Koentjaraningrat(1974). Rintangan-rintangan Mental dalam pembangunan Ekonomi di indonesia. Jakarta: bharata.
  • Wonda,sendius.2009. jeritan bangsa: rakyat Papua barat mencari keadilan. Yogyakarta: galang press.
  • Narendra Singh Bisht, T. S. Bankoti,Global Vision Publishing House, 2004. Encyclopaedia of the South East Asian Ethnography, Volume 1